Minggu, 26 Mei 2013

Disbudpar Makassar Perkenalkan Budaya Appasili ke Eropa



Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar, kembali ambil bagian pada Festival Seni dan Budaya Indonesia, Town-Town Fair 2013, di Den Haag, Belanda. Berdasarkan laporan Kepala Bagian Humas Setda Kota Makassar, Mukhtar Tahir, yang ikut serta dalam rombongan ke Belanda, Festival Town-Town ini resmi dibuka oleh Walikota Den Haag, Mr. Jozias Van Aartsen, Jum’at(24/05).  

Pada pembukaan festival ini, Disbudpar Makassar coba memperkenalkan budaya Appasili, kepada ratusan pengunjung yang datang. Appasili, merupakan salah satu kebudayaan khas masyarakat Sulawesi Selatan, yang kerap dimunculkan di acara-acara syukuran. Upacara appasili, yang dibawakan sejumlah seniman lokal Makassar ini, juga dipercaya masyarakat Sulawesi Selatan sebagai tradisi untuk menolak bala (mencegah musibah).

Pertunjukan yang tentunya tidak lazim bagi masyarakat eropa ini, sontak mencuri perhatian para pengunjung. Momen yang jarang mereka jumpai inipun, langsung diabadikan. Salah seorang pengunjung, Van Dijk, mengaku, sangat terhibur dengan pertunjukan appasili ini. Van Dijk juga merasa memiliki hubungan emosional dengan warga, maupun kebudayaan Makassar. “Saya banyak mengenal Makassar, dari literature sejarah yang tersimpan disini. Jadi, secara emosional saya merasa sangat dekat” ujar Van Dijk.

Selain mempertontonkan keunikan budaya Sulawesi Selatan, delegasi Makassar juga memperkenalkan sejumlah kuliner khas Kota Daeng, yang menjadi jualan menarik, untuk mengajak wisatawan mancanegara berkunjung ke Makassar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar, Rusmayani Madjid, mengatakan, Festival Town-Town yang sudah kali ketiga diikuti ini, merupakan ajang promosi yang sangat efektif. Hal ini, berdasarkan hasil evaluasi pada keikutsertaan di ajang seruapa dua tahun lalu. Dimana, jumlah wisatawan mancanegara, meningkat cukup signifikan. Dari data yang dirilis Disbudpar Makassar, wisatawan asing yang masuk ke Makassar, didominasi wisman asal Eropa, yakni, mencapai 4.000 orang.

Town-Town Fair 2013, merupakan festival tahunan, yang dilaksanakan oleh Kementerian Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif. Dijadwalkan, festival ini akan berlangsung sampai tanggal 02 Juni mendatang. Delegasi Makassar, yang memboyong sekitar tujuh belas orang, termasuk seniman lokal, dan penari, dipimpin oleh Sekretaris Kota Makassar, Agar Jaya.

Jumlah dana yang dikeluarkan pemerintah Kota Makassar, untuk mengikuti festival ini, sekitar 300 juta rupiah. Sekitar 240 juta rupiah, dari anggaran Disbudpar Makassar, dan 60 juta rupiah, bersumber dari anggaran sekretariat kota. (df)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar