Dinas
Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar, kembali ambil bagian pada Festival
Seni dan Budaya Indonesia, Town-Town Fair 2013, di Den Haag, Belanda.
Berdasarkan laporan Kepala Bagian Humas Setda Kota Makassar, Mukhtar Tahir,
yang ikut serta dalam rombongan ke Belanda, Festival Town-Town ini resmi dibuka
oleh Walikota Den Haag, Mr. Jozias Van Aartsen, Jum’at(24/05).
Pada
pembukaan festival ini, Disbudpar Makassar coba memperkenalkan budaya Appasili, kepada ratusan pengunjung yang
datang. Appasili, merupakan salah
satu kebudayaan khas masyarakat Sulawesi Selatan, yang kerap dimunculkan di
acara-acara syukuran. Upacara appasili, yang dibawakan sejumlah seniman lokal
Makassar ini, juga dipercaya masyarakat Sulawesi Selatan sebagai tradisi untuk menolak bala (mencegah musibah).
Pertunjukan
yang tentunya tidak lazim bagi masyarakat eropa ini, sontak mencuri perhatian
para pengunjung. Momen yang jarang mereka jumpai inipun, langsung diabadikan. Salah
seorang pengunjung, Van Dijk, mengaku, sangat terhibur dengan pertunjukan
appasili ini. Van Dijk juga merasa memiliki hubungan emosional dengan warga,
maupun kebudayaan Makassar. “Saya banyak mengenal Makassar, dari literature sejarah
yang tersimpan disini. Jadi, secara emosional saya merasa sangat dekat” ujar
Van Dijk.
Selain
mempertontonkan keunikan budaya Sulawesi Selatan, delegasi Makassar juga
memperkenalkan sejumlah kuliner khas Kota Daeng, yang menjadi jualan menarik,
untuk mengajak wisatawan mancanegara berkunjung ke Makassar.
Sementara
itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar, Rusmayani Madjid,
mengatakan, Festival Town-Town yang sudah kali ketiga diikuti ini, merupakan
ajang promosi yang sangat efektif. Hal ini, berdasarkan hasil evaluasi pada
keikutsertaan di ajang seruapa dua tahun lalu. Dimana, jumlah wisatawan
mancanegara, meningkat cukup signifikan. Dari data yang dirilis Disbudpar
Makassar, wisatawan asing yang masuk ke Makassar, didominasi wisman asal Eropa,
yakni, mencapai 4.000 orang.
Town-Town
Fair 2013, merupakan festival tahunan, yang dilaksanakan oleh Kementerian
Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif. Dijadwalkan, festival ini akan berlangsung sampai
tanggal 02 Juni mendatang. Delegasi Makassar, yang memboyong sekitar tujuh
belas orang, termasuk seniman lokal, dan penari, dipimpin oleh Sekretaris Kota
Makassar, Agar Jaya.
Jumlah
dana yang dikeluarkan pemerintah Kota Makassar, untuk mengikuti festival ini,
sekitar 300 juta rupiah. Sekitar 240 juta rupiah, dari anggaran Disbudpar Makassar,
dan 60 juta rupiah, bersumber dari anggaran sekretariat kota. (df)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar